MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Dunia tidak boleh tedeng aling-aling, bahwa situasi yang terjadi di Palestina adalah kejahatan kemanusiaan kompleks yang dilakukan oleh Israel yang di-backup Inggris, sebab secara sepihak mendirikan negara penindas ini.
Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Hubungan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Sudarnoto Abdul Hakim dalam Sudut Baca yang ditayangkan TVMU pada Selasa (25/11).
Inggris pada masa awal pendirian Israel, katanya, berperan besar dalam pengusiran 750.000 warga Gaza dari Palestina tahun 1947. Peristiwa ini dikenal dengan Nakbah. Dari peristiwa itu kemudian berbagai kejahatan kemanusiaan terjadi.
“Semenjak itu kemudian kejahatan terus dilakukan sampai hari ini. Apa yang disebut dengan kejahatan? Kalau dideskripsikan itu kejahatan – perampasan kedaulatan wilayah itu dengan paksa melakukan okupasi,” ungkap Sudarnoto.
Tak hanya merampas kedaulatan wilayah, kejahatan yang dilakukan oleh Israel juga menghancurkan kedaulatan kemanusiaan. Ratusan ribu atau mungkin bahkan jutaan nyawa manusia melayang, dan itu terjadi sampai sekarang.
Sejak awal spirit pembangunan yang dilakukan Israel, imbuh Sudarnoto, merupakan semangat penjajahan, merebut kedaulatan, menguasai wilayah, sekaligus kedaulatan manusia dihancurkan Israel. Semua itu dilakukan di mata dunia modern.
Motif kejahatan yang dilakukan oleh Israel tidak tunggal, artinya segala bentuk kejahatan ini tidak hanya dilandasi alasan keagamaan, tapi juga politik, ekonomi, kebudayaan, dan tentu motif kekuasaan.
“Dan ini didukung oleh negara besar yaitu Amerika, yang kalau boleh saya sebut Amerika sama-sama memiliki spirit imperialistik,” imbuhnya.
Bukan tanpa ada upaya perdamaian, menurut Sudarnoto berbagai upaya perdamaian berkali-kali dilakukan tetapi seringkali berakhir dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Israel dan sekutu-sekutunya.
Seringnya pengkhianatan yang dilakukan oleh Israel beserta kroninya ini, menjadikan banyak negara pesimis dan hilang kepercayaan terhadap langkah-langkah damai yang ingin dilakukan oleh Israel.
Begitu panjang dan kompleksnya kejahatan yang dilakukan oleh Israel, Prof. Sudarnoto mengatakan, kejahatan ini tidak sekadar kejahatan kemanusiaan, tapi juga politik ekonomi, sosial, wilayah, dan juga agama, termasuk kejahatan terhadap hukum internasional.
