MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Muhammadiyah memasuki usia ke-113 dengan semangat pertumbuhan yang terus menguat. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk memperluas peran strategis di tingkat global.
Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, sekaligus Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti pada (23/11) dalam Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113 yang diadakan PWM DKI Jakarta.
“Muhammadiyah terus berkembang, tidak hanya menjadi gerakan yang berskala nasional, tapi alhamdulillah menjadi gerakan yang berskala internasional,” katanya.
Muhammadiyah saat ini semakin memantapkan diri sebagai gerakan nasional yang berpengaruh. Organisasi ini juga memperkuat eksistensinya sebagai gerakan internasional yang semakin diperhitungkan.
Selain itu, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Tanah Air terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Kenyataan itu menjadi alasan Abdul Mu’ti meragukan survei yang menyebutkan penurunan jumlah anggota.
Di luar negeri, Muhammadiyah kini memiliki 31 Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) di berbagai negara. Timor Leste menjadi cabang terbaru yang menandai ekspansi Muhammadiyah secara global.
Mu’ti menerangkan, PCIM Timor Leste menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah. Para anggotanya bahkan mengusulkan perubahan nama agar menjadi sister organization setara Muhammadiyah Singapura.
PCIM Timor Leste juga meminta Muhammadiyah mendirikan sekolah di negara tersebut. Permintaan itu disambut PP Muhammadiyah dengan kesiapan merealisasikan usulan itu dengan dukungan jaringan organisasi yang kuat.
“Dulu waktu masih menjadi bagian dari Indonesia tinggal kita lantik saja Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Timor-Timor waktu itu. Tapi kemudian mereka memisahkan diri dari Indonesia dan mereka kemudian tetap bersemangat bergerak di Muhammadiyah dan sudah kita resmikan PCIM Timor Leste,” ungkapnya.
Selain secara organisatoris, Muhammadiyah juga memiliki ikatan kuat dengan tokoh-tokoh Timor Leste. salah satunya adalah Hulio Pinto, penasihat presiden yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Perkembangan signifikan juga diperlihatkan oleh PCIM Malaysia yang telah berhasil memperoleh pengakuan dan badan hukum Malaysia. Cabang ini menawarkan Rumah Hamka sebagai tempat singgah anggota Muhammadiyah yang berkunjung.
Ekspansi Muhammadiyah juga tengah berlangsung di Australia. Salah satunya dengan Muhammadiyah Australia College (MAC) yang tumbuh pesat dan menjadi tujuan kunjungan para tokoh nasional.
“Kita cari tanah atau fasilitas yang bisa dijual, akan dibeli Muhammadiyah untuk pengembangan Muhammadiyah Australia College di negara bagian New South Wales. Sedang kita cari tanahnya. Insyaallah uangnya sudah ada,” tutur Mu’ti.
Pada kesempatan ini PP Muhammadiyah mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Australia yang membiayai MAC 100 persen. Muhammadiyah berharap Indonesia dapat meniru kebijakan tersebut agar peran organisasi dalam mencerdaskan bangsa semakin optimal.
