Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Muhammadiyah Luncurkan Pendidikan Ustaz Pesantren dan Eco-Saintren untuk Perkuat Kaderisasi

Oleh admin • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Luncurkan Pendidikan Ustaz Pesantren dan Eco-Saintren untuk Perkuat Kaderisasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional 2025 sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin (17/11).

Forum strategis ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi gerakan, tetapi juga momentum peluncuran dua program penting untuk memperkuat arah pendidikan pesantren Muhammadiyah.

Launching PUPM

Dalam prosesi Konsolnas, PP Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUPM). Program ini dibentuk untuk menyiapkan tenaga pengajar yang akan mengabdi di pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dalam tayangan video pengantar, dijelaskan bahwa PUPM merupakan kerja sama antara Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA), dan Lazismu. PUPM lahir dari kebutuhan besar yang telah diantisipasi sejak Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar, yang mendorong percepatan pendirian pesantren Muhammadiyah.

Hasilnya terlihat nyata. Jumlah pesantren Muhammadiyah tumbuh pesat. Pada tahun 2015, jumlah pesantren Muhammadiyah di angka 127 pesantren. Sepuluh tahun kemudian atau tahun 2025, meningkat dengan jumlah 445 pesantren.

Pertumbuhan hampir empat kali lipat dalam satu dekade ini menuntut hadirnya ustaz yang bukan hanya kompeten, tetapi memahami ideologi, manhaj, dan visi gerakan Muhammadiyah.

“Pertumbuhan cepat ini membutuhkan kaderisasi yang terlembagakan,” demikian disebutkan dalam video tersebut. Karena itu, PUPM dirancang untuk menghasilkan pengajar yang unggul, berilmu, berideologi Muhammadiyah, dan mencerahkan.

Hingga kini, PUPM telah berjalan di empat PTMA: Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Program ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan ustaz di jaringan pesantren Muhammadiyah yang terus berkembang di berbagai daerah.

Launching Eco-Saintren

Launching kedua dalam Konsolnas adalah Eco-Saintren atau Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, sebuah pesantren inovatif yang berlokasi di Bogor. Pesantren ini memadukan pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan.

Tujuannya jelas: mencetak kader ulul albab yang menguasai teknologi modern, memiliki kepedulian ekologis, serta berpondasi kuat pada spiritualitas Islam, penguatan Al-Qur’an, dan akhlak.

Menurut Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, eco-saintren merupakan model pembelajaran baru dalam jaringan pesantren Muhammadiyah. “Ini inovasi yang mengajarkan siswa bukan hanya mengenal teknologi, tetapi juga memberikan kesadaran lingkungan dan penguatan pengetahuan keislaman,” ujarnya.

Pada sesi simbolis, Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib menerima penyematan jaket hijau Eco-Saintren sebagai tanda peluncuran resmi program tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang membangun dan mengembangkan pesantren, termasuk pendirian Eco-Saintren dan pelaksanaan PUPM.

“Kepada pengelola pesantren Muhammadiyah, Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, harus betul-betul dilaksanakan dengan baik,” tegas Haedar.

Ia juga menyinggung pentingnya pembaruan di dunia pesantren, terutama di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kualitas dan tata kelola lembaga pendidikan keagamaan.

“Perlu juga muhasabah buat pesantren-pesantren Muhammadiyah agar diselenggarakan sebaik-baiknya. Ustaz dan ustazah kita juga harus berkemajuan, tidak berkemunduran,” ujarnya.

Dua launching besar ini menandai langkah penting Muhammadiyah untuk mengokohkan ekosistem pendidikan pesantren yang modern, berkemajuan, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Tinggalkan Balasan