MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Senin (17/11) menjadi momentum penting dalam rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah.
Pada kesempatan ini, Muhammadiyah meluncurkan empat program kunci yang digadang sebagai langkah besar memperkuat ekosistem pendidikan pesantren, kualitas sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi di seluruh tingkat persyarikatan.
Program pertama yang diluncurkan adalah Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUPM). Program ini dirancang sebagai solusi atas perkembangan jumlah pesantren Muhammadiyah yang begitu pesat. Dalam satu dekade terakhir, jumlah pesantren meningkat dari 127 pada tahun 2015 menjadi 445 pada 2025, pertumbuhan hampir empat kali lipat.
Program ini diharapkan dapat menjawab kekurangan ustaz pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia sekaligus mengokohkan kaderisasi yang terlembagakan.
Program strategis kedua adalah peluncuran Eco-Saintren Muhammadiyah, sebuah pesantren yang memadukan inovasi teknologi, kesadaran lingkungan, dan nilai-nilai Islam berkemajuan. Berlokasi di Bogor, Eco-Saintren mengusung konsep pendidikan yang integratif: menggabungkan penguatan spiritualitas, inovasi saintek, dan budaya ekologis yang berkelanjutan.
Program ketiga yang diluncurkan adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kompetensi profesional sumber daya manusia Muhammadiyah di berbagai bidang. LSP ini bertujuan melahirkan SDM yang kompeten, amanah, adaptif, dan mampu merespons perubahan zaman sehingga dapat berkontribusi lebih luas pada kesejahteraan bangsa.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menyampaikan bahwa lembaga ini merupakan terobosan besar Muhammadiyah.
“Lembaga Sertifikasi Profesi ini insyaAllah menjadi sertifikasi pertama di Indonesia milik ormas. Dan setelah melalui proses asesmen yang sangat panjang dan ketat, alhamdulillah kita lolos. Muhammadiyah bahkan pertama yang memiliki sertifikasi peneliti,” ungkapnya.
Keberadaan LSP Muhammadiyah menegaskan komitmen persyarikatan dalam memperkuat standar kualitas kader dan tenaga profesionalnya, baik di AUM maupun sektor lainnya.
Program keempat ialah Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Muhammadiyah, yang dirancang sebagai center of excellence dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas SDM Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting.
Pusdiklat ini akan menyediakan beragam pelatihan, seperti latihan kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi strategis, digitalisasi lembaga, penguatan tata kelola dan inovasi kelembagaan, dan lain-lain.
Pendirian Pusdiklat menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kader, pimpinan, dan pengelola lembaga Muhammadiyah memiliki keterampilan manajerial serta kompetensi profesional yang relevan dengan perkembangan zaman.
