Senin, 26 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Kemajuan Muhammadiyah Harus Dijaga dengan Muhasabah dan Reformasi Berkelanjutan

Oleh admin • • 2 Menit Min
Kemajuan Muhammadiyah Harus Dijaga dengan Muhasabah dan Reformasi Berkelanjutan
MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA – Citra baik dan capaian luar biasa yang diraih oleh Muhammadiyah pada saat ini merupakan anugerah dari Allah SWT. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta untuk menjaga anugerah itu dengan baik.
Anugerah dan berkah Allah ini menurut Haedar juga diraih melalui usaha tiada putus, yang disertai kesabaran dari seluruh pimpinan, kader, anggota persyarikatan Muhammadiyah di seluruh tingkatan. Termasuk oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM).
“Maka sebagai syukur dan wujud mensyiarkan milad ini mari kita tentu harus tetap muhasabah. Menilik kekurangan dan kelemahan kita. Atau membaca dan memperbandingkan realitas di hadapan kita sebagai tantangan,” kata Haedar Nashir pada Sabtu (29/11) secara daring dalam Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim).
Berbagai capaian yang diraih oleh Muhammadiyah saat ini tidak boleh menjadikan puas diri. Ciri kepeloporan Muhammadiyah jangan sampai pudar. Misalnya kepeloporan menyelenggarakan pendidikan kanak-kanak pertama oleh ‘Aisyiyah, tidak boleh kemudian merasa puas yang bisa jadi sebab ketertinggalan.
Tak hanya untuk lembaga pendidikan kanak-kanak, Haedar juga meminta seluruh jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang supaya senantiasa bermuhasabah dan memperbaiki diri. Lebih-lebih level kualitas AUM yang masih di tengah termasuk yang di bawah harus melakukan modernisasi dan reformasi.
Pada kesempatan ini Haedar juga menekankan untuk memperhatikan guru-guru yang berada di naungan Muhammadiyah. Meski ini bukan pekerjaan mudah, namun dia yakin dengan ikhtiar yang berlipat ganda semua usaha akan menemukan hasil sesuai dengan yang diusahakan.
“Kesungguhan ini perlu karena kita sering terkamuflase oleh realitas media dan media sosial,” katanya.
Haedar juga berpesan kepada pimpinan Muhammadiyah, jangan terjebak pada kepemimpinan semu, yang gemar datang dan turun ke daerah-daerah tapi tidak menimbulkan perubahan berarti. Dia menegaskan, kedatangan ke bawah jangan sampai hanya untuk berfoto dan mendapat engagement warganet semata.
“Mobilitas tinggi, ke sana dan kemari, pergi ke bawah. Bahkan hadir ke suatu tempat, difoto kemudian menjadi dan disebarkan kemudian orang memberi apresiasi pada kita. Tapi sesungguhnya kita tidak berubat apa-apa ketika turun ke bawah itu,” ungkap Haedar.
Kedatangan seorang pemimpin Muhammadiyah, sambungnya, harus memberi dampak atau meninggalkan jejak perubahan ke arah yang lebih baik. “Itu yang saya sebut sebagai keberhasilan semu para pimpinan kelihatan bergerak ke sana, kemari tapi tidak merubah keadaan,” katanya.

Tinggalkan Balasan