Jumat, 25 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Izzul Muslimin Tekankan Konsistensi Dakwah dan Amal Usaha

Oleh admin • • 2 Menit Min
Izzul Muslimin Tekankan Konsistensi Dakwah dan Amal Usaha

MUHAMMADIYAH.OR.ID, DEPOK – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawangan dan PCM Bojongsari secara kolaboratif menggelar perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Garden at Candi Sawangan pada Ahad (30/11) dan dihadiri Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Izzul Muslimin.

Izzul  dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa gerakan Muhammadiyah lahir sebagai upaya serius untuk mengantarkan umat menuju kehidupan yang diridai Allah dan menuju pintu Syurga Jannatul Na’im.

“Untuk masuk ke dalamnya, tidak ada cara lain kecuali memperbanyak amal shalih dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.

Ia merujuk firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 133, yang memerintahkan umat Islam untuk bersegera menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, sebagai dorongan untuk tidak menunda-nunda kebaikan.

Izzul juga mengingatkan tentang hakikat usia dan kefanaan manusia, mengutip QS Al-Ankabut ayat 57, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian dan akan kembali kepada Allah. Kesadaran ini, menurutnya, menjadi penguat spiritual bagi warga Muhammadiyah agar mempersiapkan diri dengan amal terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Izzul memaparkan perjalanan Muhammadiyah yang telah memasuki usia 113 tahun dan tetap konsisten memajukan umat melalui gerakan dakwah dan amal usaha.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah melalui tiga fase sejarah pertama, zaman sebelum kemerdekaan, ketika perizinan sangat sulit dan Kiai Ahmad Dahlan mendidik murid di Suronatan dengan bangku dan meja sebagai simbol modernisasi pendidikan.

Kedua, zaman kemerdekaan Republik Indonesia, saat Muhammadiyah aktif mengisi pembangunan bangsa. Ketiga, zaman setelah kemerdekaan hingga era modern saat ini, ketika Muhammadiyah memasuki abad kedua dan semakin dipercaya masyarakat nasional maupun internasional.

“Ribuan amal usaha adalah bukti nyata konsistensi Persyarikatan dalam menegakkan Islam dengan ukuran ideal yang berkemajuan,” ucapnya.

Diakhir Izzul menegaskan kembali pesan monumental Kiai Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

Menurutnya, pesan tersebut mencerminkan prinsip simbiosis mutualisme dalam organisasi—hubungan saling menguatkan antara umat dan Persyarikatan.

“Muhammadiyah tidak boleh menjadi simbiosis parasitisme, seperti benalu yang menempel pada inangnya. Muhammadiyah tumbuh karena kesalingan, keikhlasan, dan komitmen kolektif untuk memajukan umat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan