MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG—Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menutup rangkaian acara Konsolidasi Nasional 2025 Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Senin (17/11).
Acara ini menjadi bagian dari peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah dan dihadiri jajaran Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah se-Indonesia, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, majelis, lembaga, biro tingkat pusat, serta organisasi otonom.
Dalam sambutan penutupnya, Haedar mengapresiasi kesungguhan seluruh jajaran pimpinan yang sejak pagi hingga malam mengikuti rangkaian kegiatan konsolidasi. Ia menilai para peserta telah menyerap banyak hal penting yang dapat ditindaklanjuti di daerah masing-masing.
“Setiap wilayah memiliki dinamika yang berbeda, tetapi kita melihat spirit untuk maju itu luar biasa. Penghargaan kami untuk seluruh pimpinan wilayah atas ikhtiarnya,” ujar Haedar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada majelis, lembaga, dan biro yang terus meningkatkan kinerja organisasi, termasuk melalui pemantauan ketat yang dilakukan Sekretaris PP Muhammadiyah.
Kepada organisasi otonom, Haedar berharap muncul dinamika yang lebih progresif sesuai mandat Muktamar: menjadikan Muhammadiyah semakin maju dan profesional.
Refleksi Dua Tahun Menuju Akhir Periode
Haedar mengingatkan bahwa waktu dua tahun tersisa menjelang Muktamar berikutnya bisa terasa panjang sekaligus singkat. Ia menyinggung persiapan Muhammadiyah Sumatera Utara sebagai tuan rumah yang sudah berlangsung intensif sejak jauh hari.
“Saking semangatnya, panitia diundang tiap bulan. Nanti ritmenya diatur agar tidak terlalu boros menjelang akhir 2026,” ujarnya sambil menekankan bahwa koordinasi tetap dapat dilakukan melalui pertemuan virtual.
Ia mengungkapkan bahwa PP Muhammadiyah masih memiliki banyak pekerjaan. Terdapat delapan program utama, 24 program per bidang, dan enam program umum yang harus dijalankan. Karena itu, PP Muhammadiyah berupaya mengutamakan yang paling penting agar tidak sekadar mengejar formalitas.
“Kalau semua dilaksanakan tanpa prioritas, jangan-jangan kita hanya mengejar setoran. Semangat Muhammadiyah itu ikhlas dan kesukarelaan, tetapi di balik itu ada tekad kuat untuk mengerahkan kemampuan terbaik,” kata Haedar.
Ia menegaskan bahwa menjalankan amanah Muktamar merupakan bagian dari dakwah, tajdid, serta pengkhidmatan yang bernilai ibadah dan jihad.
Haedar juga menyinggung laporan terkait kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Menurutnya, kepercayaan publik yang semakin luas justru membuka peluang bagi Muhammadiyah untuk berperan lebih besar dalam pembangunan bangsa.
“Banyak pihak membuka diri. Ini adalah amanah bagi Muhammadiyah untuk mengoptimalkan misi dan usaha kita,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Haedar menyampaikan bahwa peserta dapat beristirahat lebih awal setelah mengikuti kegiatan sejak pagi. Ia secara ringan menyinggung peluang peserta menikmati suasana malam di Bandung sebelum kembali ke tempat masing-masing.
Haedar menutup konsolidasi dengan hamdalah, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan strategis yang menjadi penguatan langkah Muhammadiyah dua tahun ke depan.
