Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Hadir di Sidang UNESCO, Abdul Mu’ti Serukan Penguatan Nilai Kemanusiaan di Dunia Pendidikan

Oleh admin • • 2 Menit Min
Hadir di Sidang UNESCO, Abdul Mu’ti Serukan Penguatan Nilai Kemanusiaan di Dunia Pendidikan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, UZBEKISTAN – Pertama dalam sejarah delegasi Indonesia, Abdul Mu’ti Mendikdasmen RI membacakan pidato menggunakan Bahasa Indonesia dalam Konferensi Umum UNESCO ke 43 di Uzbekistan Selasa (4/11).

Abdul Mu’ti menyoroti tantangan global yang dihadapi oleh umat manusia masa kini, seperti krisis iklim, konflik, sampai kesenjangan pendidikan – sains dan digital yang semakin melebar. Oleh karena itu dia mendorong Unesco sebagai penuntun moral dan sumber pengetahuan global yang meneguhkan nilai kemanusiaan dan perdamaian.

“Indonesia memandang perlu adanya perlindungan dan dukungan tanpa syarat bagi hak-hak fundamental di zona konflik, khususnya di Gaza. Di mana hampir seluruh elemen peradaban dihancurkan dengan sengaja dan terancam hilang,” katanya.

“Kami mendesak komunitas global untuk memastikan keselamatan pelajar, pendidik, jurnalis, dan relawan kemanusiaan, serta pemulihan total fasilitas pendidikan dan cagar budaya yang rusak. Ini adalah pertaruhan martabat kemanusiaan yang harus kita menangkan,” sambung Mu’ti.

Menurut solusi tantangan atau masalah global tidak terletak pada kekuasaan atau kemapanan ekonomi. Melainkan nilai-nilai mendasar pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi yang membebaskan.

“Indonesia percaya, bahwa solusi atas tantangan global tidak semata-mata terletak pada kekuasaan, atau ekonomi. Tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, informasi yang membebaskan,” katanya.

Nilai dasar tersebut menjadi pijakan Indonesia yang percaya bahwa pendidikan merupakan hak dasar bagi semua anak, dan tidak boleh ada satupun yang tertinggal. Hal ini juga selaras dengan semangat kebijakan yang baru dikeluarkan oleh Mendikdasmen “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Pendidikan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, tapi juga anak-anak yang berada di daerah terluar. Pendidikan bermutu tidak hanya untuk si kaya, tapi juga untuk anak-anak yang kurang beruntung.

Sebagai negara dengan keragaman hayati dan geologi yang tinggi, Indonesia terus memperkuat diri dengan berbagai program pengembangan sains dan teknologi. Kebijakan yang dibangun menerapkan open sains – yang meniscayakan perkembangan sains dan teknologi berpihak kepada manusia dan kemanusiaan.

“Kami juga meyakini bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian. Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui berbagai program pelestarian berbasis masyarakat, dan pendidikan warisan budaya,” katanya.

Indonesia juga mendukung mandat Unesco di bidang komunikasi dan informasi melalui komitmen untuk memberikan perlindungan dan keselamatan jurnalis, serta memperluas literasi media dan informasi khususnya di kalangan anak muda dan pelajar, serta mengintegrasikan literasi digital di sekolah-sekolah.

“Mari kita pastikan bahwa pendidikan menerangi, sains memberdayakan, kebudayaan menyatukan, dan informasi memerdekakan umat manusia,” pesan Mu’ti.

Tinggalkan Balasan