Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Gelar Konsolidasi, Haedar Nashir Tekankan Soliditas dan Muhasabah Persyarikatan

Oleh admin • • 2 Menit Min
Gelar Konsolidasi, Haedar Nashir Tekankan Soliditas dan Muhasabah Persyarikatan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, Bandung — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Konsolidasi Nasional sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin (17/11).

Dalam pidato iftitahnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pentingnya konsolidasi yang terstruktur untuk menjaga soliditas organisasi yang semakin besar.

Haedar menjelaskan bahwa konsolidasi nasional selalu menjadi agenda penting Milad Muhammadiyah, kecuali tahun sebelumnya ketika Milad digabung dengan Tanwir di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Meski komunikasi antara pimpinan pusat, wilayah, dan daerah berlangsung intensif, konsolidasi formal tetap diperlukan.

“Kita bersyukur kepada Allah atas anugerah dan berkah-Nya sehingga Muhammadiyah terus tumbuh dan memperoleh banyak apresiasi positif dari masyarakat,” ujar Haedar.

Pujian Publik dan Momentum Muhasabah

Haedar menyinggung meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah, termasuk banyaknya konten podcast dari pihak luar yang menilai Muhammadiyah sebagai organisasi modern, maju, sistematis, dan amanah. Ia juga mengutip survei Kompas beberapa tahun lalu yang menempatkan Muhammadiyah sebagai institusi paling dipercaya publik, berada di atas rata-rata lembaga lainnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan publik harus menjadi bahan muhasabah. “Apakah benar apa yang dipersepsi publik itu sesuai dengan realitas yang kita jalani? Ini menjadi evaluasi bagi perjalanan Muhammadiyah yang sudah satu abad lebih,” katanya.

Haedar menyampaikan berbagai capaian Muhammadiyah dalam beberapa tahun terakhir. Penandatanganan sejumlah nota kesepahaman, termasuk dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang disebut sangat menaruh perhatian dan ingin berkolaborasi dengan Muhammadiyah.

Haedar juga mengapresiasi kemajuan Muhammadiyah Australia College yang kini memperoleh subsidi besar dari pemerintah setempat, tidak hanya untuk operasional tetapi juga pembangunan fasilitas pendidikan.

Selain itu, Haedar juga bersyukur Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dinyatakan terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama dari Indonesia.

Haedar juga mengutip pernyataan Prof. Nakamura—peneliti terkemuka asal Jepang tentang Muhammadiyah—yang baru-baru ini berkunjung. Nakamura menyoroti dua hal penting: Tradisi wirausaha Muhammadiyah yang menurutnya mulai tampak kembali, baik secara individual maupun melalui amal usaha kolektif. Prototipe muslim ideal yang ia temukan dalam karakter warga Muhammadiyah.

“Ini tentu menggembirakan, tetapi harus disikapi dengan rendah hati,” ujar Haedar.

Dengan banyaknya pujian dan beberapa kritik halus, Haedar menyampaikan apresiasi atas kesungguhan seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah dalam memajukan organisasi. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik dan pemerintah merupakan hasil kerja kolektif seluruh komponen.

Mengutip QS Ali Imran ayat 142, Haedar menegaskan pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam menghadapi masa depan

“Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah siapa yang berjihad di antara kamu dan siapa yang bersabar?” (QS Ali Imran: 142)

“Kita tidak boleh puas diri apalagi larut dalam zona nyaman. Untuk meraih apa yang kita cita-citakan bersama, kita harus terus bekerja keras dan bersabar,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan