MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kramat, Jakarta Pusat pada Ahad (23/11), menjadi momentum penguatan komitmen gerakan dakwah dan pelayanan umat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Abdul Mu’ti, yang hadir menyampaikan tausiyah utama menegaskan bahwa usia lebih dari satu abad bukan hanya penanda sejarah, melainkan dorongan untuk terus bekerja nyata.
“Kita bersyukur karena Muhammadiyah berkembang besar, tapi jangan merasa cukup,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.
Mu’ti memaparkan sejumlah capaian organisasi, mulai dari pertumbuhan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri, hingga hadirnya lembaga pendidikan dan usaha kader seperti Rumah Hamka dan Wasola di Malaysia. Sekolah Muhammadiyah di Melbourne terus berkembang dan tengah dirintis Australia College di New South Wales.
Di dalam negeri, perbaikan fasilitas pendidikan juga dirasakan sekolah Muhammadiyah melalui program pemerintah. Tahun ini, 16.140 sekolah mendapat peningkatan sarana prasarana, termasuk 16 persen sekolah swasta yang di antaranya merupakan sekolah Muhammadiyah.
Mu’ti turut menyoroti pengakuan WHO terhadap EMT MDMC sebagai bagian dari standar internasional layanan kebencanaan. Menurutnya, pengakuan itu harus menjadi pemantik agar Muhammadiyah tetap inovatif dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
“Muhammadiyah tidak boleh terjebak nostalgia,” tegasnya.
Diakhir Mu’ti mengajak warga Muhammadiyah untuk memperkuat kontribusi dalam memajukan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan semangat milad, kita terus berkhidmat mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
