Selasa, 29 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Microfinance Summit III Hasilkan Tujuh Rekomendasi Ciptakan Ekonomi Inklusif

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Muhammadiyah Microfinance Summit III Hasilkan Tujuh Rekomendasi Ciptakan Ekonomi Inklusif

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Para penggerak Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) se-Indonesia yang berkumpul di Yogyakarta mulai tanggal 12-14 Desember 2024 dalam Muhammadiyah Microfinance Summit III menghasilkan tujuh rekomendasi.

Agenda dengan tema “Membangun korporasi microfinance Muhammadiyah dalam Risalah Islam Berkemajuan,” itu menghasilkan rekomendasi yang dirumuskan dalam bingkai Islam Berkemajuan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Ketua Induk BTM, Achmad Suud menyampaikan hadirnya BTM merupakan usaha nyata Muhammadiyah untuk membangun ekonomi umat, sehingga memiliki daya saing dan daya tawar.

BTM menurutnya memiliki peran penting dalam memajukan ekonomi umat, lebih-lebih para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini masih mengalami kesulitan untuk akses pembiayaan maupun kredit dari perbankan besar.

Adapun ketujuh rekomendasi Muhammadiyah Microfinance Summit III 2024 “Membangun Korporasi Microfinance Muhammadiyah dalam Risalah Islam Berkemajuan dan Outlook Microfinance Nasional 2025 Prospek Pengembangan Microfinance di Era Pemerintahan Baru, sebagai berikut:

  1. Ketidakadilan ekonomi yang terjadi di negeri ini tidak akan pernah usai sepanjang  kebijakan keberpihakan ekonomi itu masih mempertahankan paradigma klasik berupa penindasan ekonomi dengan mengutamakan segelintir orang atau oligarki serta  menanggalkan kepentingan wong cilik yang selama ini sebagian besar mengembangkan usaha di sektor UMKM.
  2. Untuk menjawab keadilan ekonomi di negeri ini diperlukan pembentukan ekonomi berjamaah yang mampu mengintegrasikan berbagai kekuatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Seperti closed loop economy dalam mengembangkan pilar ketiga (bidang ekonomi) Muhammadiyah.
  3. Korporasi Microfinance Muhammadiyah  yang mengedepankan pendirian 1 Pimpinan Daerah Muhammadiyah 1 BTM merupakan cikal bakal pembentukan ekosistem keuangan Muhammadiyah  yang dikelola secara profesional, amanah, dan tentunya dapat mengikuti perkembangan teknologi.
  4. Untuk menghadirkan korporasi microfinance Muhammadiyah itu diperlukan penataan tata Kelola dan arsitektur microfinance BTM yang baik dengan  mengedepankan good corporate governance (GCG) secara terukur dan  terimplementasikannya  KPI manajemen kinerja.
  5. Diperlukan sinergisitas berbagai pihak dalam membangun korporasi microfinance Muhammadiyah baik regulator, mitra strategis lembaga keuangan syariah dan ekosistem di Persyarikatan Muhammadiyah.
  6. Risalah Islam Berkemajuan yang merupakan  hasil keputusan Muktamar ke 48 di Surakarta – Jawa Tengah, akan selalu menjadi spirit dan landasan  dalam mengelola BTM. Serta selalu  memberikan inovasi dan kreatifitas dalam menawarkan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah.
  7. Menatap Outlook Microfinance Nasional 2025, BTM memandang rasa keoptimisan pemerintah Prabowo – Gibran dalam pembangunan ekonomi. Hal ini tidak lepas dari program – program ekonominya yang diproyeksikan memiliki dampak multi player terhadap pengentasan kemiskinan. Meski demikian sebagai lembaga keuangan mikro syariah, BTM tetap prudent dan meningkatkan mitigasi risiko. Sehingga keberlanjutan lembaga keuangan mikro syariah bisa terus berkembang.

Tinggalkan Balasan