MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Konsolidasi Organisasi Nasyiatul Aisyiyah pada Sabtu hingga Ahad (14-14/10) di BBPPMPV Seni dan Budaya menyimpan cerita menarik. Gerakan pemudi Muhammadiyah ini mayoritas anggotanya telah membentuk keluarga. Di tengah situasi rapat organisasi yang berat ini, ada satu elemen yang benar-benar memikat hati: perhatian terhadap anak-anak.
Nasyiatul Aisyiyah, yang terdiri dari perempuan yang telah berkeluarga, tidak pernah melupakan peran mereka sebagai ibu, bahkan dalam setiap sesi pertemuan mereka. Biasanya, mereka selalu membawa anak-anak bersama. Meski memadukan peran ibu, istri, dan anggota gerakan, mereka tetap gigih menjaga kesatuan dan tujuan.
“Karena kebanyakan dari mereka adalah keluarga muda, maka kebutuhan anak untuk tetap dekat dengan ibunya harus didukung oleh organisasi. Tugas anak-anak adalah bermain, maka Nasyiatul Aisyiyah mewujudkan itu melalui layanan educare. Karena ini bagian penting untuk mewujudkan Keluarga Muda tangguh Nasyiatul Aisyiyah,” tutur Ketua Departemen Pustaka, Informasi dan Teknologi Digital Mona Atalia kepada tim redaksi Muhammadiyah.or.id.
Dalam ruang bermain bagi anak tersebut terdapat aneka macam fasilitas bermain anak. Perosotan, alat masak-masakan, kuda-kudaan, buku cerita anak, dan masih banyak lagi. Panitia telah menyediakan ruang bermain yang nyaman dan aman bagi anak-anak, memungkinkan para ibu anggota untuk berfokus pada pertemuan tanpa harus khawatir tentang kesejahteraan anak-anak mereka.
Langkah ini bukan hanya sekadar kenyamanan, tapi juga menunjukkan betapa Nasyiatul Aisyiyah adalah gerakan perempuan yang peduli dengan anak-anak. “Nasyiatul Aisyiyah memiliki tagline ‘Keluarga Muda Tangguh’, para kader Nasyiatul Aisyiyah ini tidak akan dapat berperan secara maksimal tanpa adanya support system yang baik. Suami, anak, orang tua atau keluarga bisa menjadi support system terkuat bagi para kader Nasyiah,” terang pendiri laman Rahma.id ini.
Keputusan ini bukan hanya menjadikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai pemimpin dalam konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai contoh nyata tentang bagaimana perempuan yang berperan sebagai ibu dan pemimpin organisasi dapat menjaga keseimbangan yang sempurna. Alhasil, Nasyiatul Aisyiyah telah membuktikan bahwa mereka adalah keluarga besar yang sejati, di mana perhatian dan cinta untuk anak-anak adalah prioritas utama.






