Senin, 28 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Seminar di Rakernas MPM: Dibutuhkan Paradigma Baru dan Keterlibatan Kaum Muda untuk Pemberdayaan

Oleh admin • • 2 Menit Min
Seminar di Rakernas MPM: Dibutuhkan Paradigma Baru dan Keterlibatan Kaum Muda untuk Pemberdayaan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOKERTO – Dalam rangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyelenggarakan sesi Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Kolaborasi Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat” pada Sabtu (29/7) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 

Seminar yang diselenggarakan pasca pembukaan Rakernas tersebut menghadirkan tiga narasumber meliputi  Founder BenihBaik.com, Andy F. Noya, Sosiolog UI, Imam B. Prasodjo, dan Dewan Pakar MPM PP, Ali Agus. 

Dalam pemaparannya, Imam menyoroti permasalahan pemanasan global dan ancaman masalah lingkungan yang memprihatinkan saat ini dan mendorong adanya paradigma pemberdayaan baru. 

“Muhammadiyah adalah organisasi yang menyongsong pembaharuan saat berdiri, sekarang pembaharuan tersebut dibutuhkan sebagai leading sektor pemberdayaan,” terang Imam. 

Sosiolog UI ini menjelaskan, dibutuhkan integrasi ilmu dalam meningkatkan daya hidup masyarakat, lebih-lebih masyarakat perdesaan. Ilmu yang aplikatif, dan kontekstual dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Andy F. Noya menyoroti adanya gap antara kehadiran kelompok muda dengan objek pemberdayaan yang mereka sasar. Dalam pandangan pesohor dan penggerak masyarakat ini, saat ini pemberdayaan tidak cukup dilakukan tanpa melibatkan teknologi.

Oleh karena itu, Muhammadiyah termasuk MPM harus hadir menjadi jembatan bagi kelompok muda dalam aktivitas pemberdayaan. Pasalnya kelompok tua, agak sulit diharapkan dalam urusan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas pemberdayaan.

“Gap itu membutuhkan peran MPM menjadi jembatan anak-anak muda dari kampus-kampus masuk ke desa-desa menjangkau objek pemberdayaan,” tutur Andy. 

Andy juga menambahkan, upaya tersebut diperlukan karena kadangkala kelompok muda sadar akan pentingnya teknologi, namun masyarakat sasaran tidak menyadari hal tersebut.

Senada dengan apa yang disampaikan Ali Agus dalam materinya, bahwa kolaborasi antar sektor menjadi penting, seperti dengan perguruan tinggi dan pemerintah. “Harus ada penguatan modal, transfer teknologi dari perguruan tinggi, hingga dukungan pemerintah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan