Sabtu, 19 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Tips Agar Zikir dan Doa Sampai dan Dikabulkan Allah SWT

Oleh admin 2 Menit Min
Tips Agar Zikir dan Doa Sampai dan Dikabulkan Allah SWT

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Pada prinsipnya berzikir dan berdoa itu boleh dilakukan dalam keadaan bagaimanapun. Baik dalam keadaan duduk, berdiri, berjalan dan berbaring dan di manapun berada—kecuali pada tempat-tempat yang tidak layak disebut asma Allah SWT seperti dalam kamar kecil dan sebagainya (QS. Ali Imran: 200).

Adapun lafaz-lafaz zikir yang dibaca dalam jumlah tertentu setelah selesai shalat wajib berdasarkan hadis sebagai berikut: dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “barangsiapa bertasbih pada setiap selesai shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir sebanyak 33 kali, itu semua berjumlah 99”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “sempurna menjadi seratus (dengan membaca): ‘Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadiir’, maka segala dosanya diampuni Tuhan walaupun banyaknya seperti buih di laut. (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Kemudian Allah SWT mengajarkan kepaa hamba-Nya agar membaca doa itu dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada Allah dengan suara berbisik tidak dengan suara yang keras. Berdasarkan firman Allah: “dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang. Dan jagnanlah kamu teramsuk orang-orang yang lain.” (QS. Al-A’raf: 205).

Dalam hadis juga disebutkan: Nabi Muhammad SAW bersabda: “hai manusia, rendahkanlah suaramu dalam berdoa, sesungguhnya kamu tidak menyeru Dzat yang pelak dan yang jauh, tetapi kamu menyeru Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia bersamamu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mengenai zikir dan doa yang sampai kepada Allah SWT dan dikabulkan jika dilakukan dengan:

  1. Jika orang yang berzikir dan berdoa itu beriman kepada Allah SWT dan memperkenankan seruan-Nya (QS. Al-Baqarah: 186);
  2. Zikir dan doa itu langsung ditujukan kepada Allah, tidak dengan perantara, baik perantara itu adalah orang, benda keramat atau kuburan dan sebagainya (QS. Asy-Syu’ara: 213);
  3. Zikir dan doa itu diiringi dengan usaha dan kerja keras (QS. Ar-Ra’d: 11);
  4. Orang yang berzikir dan berdoa itu hendaklah bersih dari perbuatan haram seperti korupsi, memakan atau menggunakan harta yang bukan milik/ haknya, seperti memakan harta wakaf, harta zakat dan shadaqah dan sebagainya. Demikian pula memakan makanan yang diharamkan Allah SWT. Ini berdasarkan hadis yang artinya;  “Rasulullah SAW bersabda: “Demi diriku di tangan-Nya, sesungguhnya seseorang yang telah memasukkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, tidak akan dikabulkan doanya selama 40 hari”. (HR. Thabrani);
  5. Selalu memohon ampuan kepada Allah SWT (istighfar) dalam arti yang sebenarnya, yaitu dengan perkataan, perbuatan dan hati (QS. Nuh: 10-12).

Tinggalkan Balasan