Rabu, 23 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Hizbul Wathan Mengakader Jiwa Kepanduan Semenjak Athfal

Oleh syifa 1 Menit Min
Hizbul Wathan Mengakader Jiwa Kepanduan Semenjak Athfal

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Uun Harun Syamsuddin, Ketua Kwartir Pusat HW yang membidangi bidang Diklat menyampaikan Pandu HW itu ibaratnya seperti pohon pisang, apabila yang tua sudah purna, maka yang muda akan menjadi pengganti. Uun mengatakan para penerus Hizbul Wathan ini adalah para pandu Athfal (anak-anak).

Hal itu disampaikannya pada kegiatan Ceria Pandu Athfal (CPA) 2021 SD Muhammadiyah Condong Catur yang diselenggarakan secara daring, Selasa (16/3).

Dalam penyampaian materinya, selain menyinggung para kader athfal, Uun juga mengisahkan sifat Nabi Muhammad SAW yaitu Al Amin yang berarti dapat dipercaya. Sejak kecil Nabi Muhammad mempunyai sifat terpuji yang tidak pernah berdusta atau berbohong, dan tidak pernah bermaksiat, yang kemudian setelah dewasa diangkat Allah SWT menjadi nabi dan Rasul.

Sebagai Pandu Athfal, refleksi dari Sifat Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan melalui kode kehormatan pandu HW, yaitu janji dan undang-undang Hizbul Wathan. “Kalau keduanya ditaati akan menjadi manusia yang bersifat Al Amin,” kata Uun.

Salah satu kewajiban kepada Allah yang tertuang pada Undang-Undang Hizbul Wathan yaitu HW menyayangi semua makhluk, yang dibuktikan dengan memelihara dan melestarikan lingkungan. “Allah sudah menyediakan alam sebagai sumber kehidupan manusia, tugas manusia menjaga Ciptaan Allah,” pesannya.

Menurutnya, pandu Athfal harus senantiasa bersyukur meskipun nikmat yang diberikan kecil. Seperti tertuang dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat ke-7 yang artinya “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”.

Sumber : Disa Hizbulwathan.or.id

Tinggalkan Balasan