Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

LSBO Lakukan Gerakan Revolusi Mental Melalui Budaya

Oleh aanardianto 2 Menit Min
LSBO Lakukan Gerakan Revolusi Mental Melalui Budaya

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Lembaga Seni Budaya, dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Silaturahmi Nasional Budayawan dan Seniman Muhammadiyah dengan tema “Budaya Gotong Royong Menguatkan Seni dan Budaya di Tengah-Tengah Masa Pandemi”. Agenda ini berlangsung pada Sabtu (18/8) secara luring dan daring karena masih suasana pandemi Covid-19.

Kegiatan yang dihadiri oleh Seniman dan Budayawan Muhammadiyah se Indonesia tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah  dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Kusen  menyampaikan kegiatan ini merupakan ajang pertemuan para Seniman dan Budayawan Muhammadiyah di masa pandemi agar semakin bersinergi dan bertukar pikiran untuk memajukan bangsa.

Hal senada disampaikan Ketua LSBO PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR yang ingin menjadikan budaya sebagai sarana dakwah untuk membangun bangsa dan menyebarkan nilai-nilai revolusi mental seperti kejujuran dan gotong royong.

Faozan Amar, Koordinator  Tim Kerja PP Muhammadiyah  berharap dengan kegiatan ini, Seniman Muhammadiyah  dapat menggerakan masyarakar di sekitarnya untuk peduli pada sesama “Budaya gotong royong, terutama sesama seniman yang terdampak pandemi sangat  penting dilakukan,” harapnya.

Wakil Walikota  Yogyakarta, Heru Permadi juga mendorong Seniman dan Budayawan Muhammadiyah agar dapat mengoptimalkan era digital.

“YouTube  misalnya dapat menjadi sarana ekspresi, eksistensi dan kolaborasi di masa pandemi ini,” ucapnya.

Didik Suhardi, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kemenko PMK yang turut hadir mewakili Menko PMK melalui zoom sekaligus membuka acara tersebut berharap, melalui gerakan seni budaya yang dilakukan oleh LSBO PP Muhammadiyah dapat memunculkan perubahan perilaku positif sehingga dapat dijadikan sebagai acuan bagi masyarakat secara luas

“Kegiatan ini jangan berhenti di sini, tapi harus berlanjut pasa _moral action_ yang dapat menjadikan Indonesia lebih baik” tegasnya.

Tinggalkan Balasan